BeritaDaerahOpini

Tujuh Kali Rasulullah Saw Menziarahi Pusara Sang Ibu Aminah

×

Tujuh Kali Rasulullah Saw Menziarahi Pusara Sang Ibu Aminah

Sebarkan artikel ini

M. Ishom el Saha

Sekilasindonesia.id, || SERANG – Rasulullah Saw tercatat pernah 7 kali berziarah ke pusara Siti Aminah di Abwa’. Daerah ini termasuk rute hijrah beliau yang berjarak 200km dari Mekkah dan 170 km dari Madinah. Di daerah ini juga dikenal pernah berdiam para paman Rasulullah. Jadi, Abwa’ bukan asing lagi bagi Nabi Muhammad.

Click Here

Rasulullah pertamakali berkunjung ke Abwa di usia 6 tahun bersama ibunda Siti Aminah yang mengajak mertuanya, Abdul Muthalib dan Ummu Aiman untuk mampir mengunjungi saudara-saudaranya setelah berziarah ke pusara ayahnya, sayyid Abdullah di Madinah. Pada saat kunjungan pertama ke Abwa ini juga ibunda Siti Aminah jatuh sakit dan wafat serta dikebumikan di atas perbukitan daerah itu.

Sepeninggal Siti Aminah, Rasulullah Saw tercatat pernah tujuh kali berziarah ke pusara sang ibu. Pertama, beliau berziarah bersama Abu Thalib pada saat berusia 12 tahun sembari bersilaturrahim dengan saudara-saudara orang tua beliau yang menetap di Abwa’ sebelum diajak ikut berdagang ke kota Syam.

Kedua, beliau berziarah ke pusara Sang ibu sewaktu berangkat dan melintasi daerah Abwa sebelum meneruskan perjalanan ke kota Syam untuk memperdagangkan barang dagangan milik calon istri beliau, Siti Khadijah binti Khuwailid.

Ketiga, beliau menziarahi pusara Siti Aminah pada bulan Safar tahun kedua Hijrah. Peristiwa ini berpas-pasan saat Rasulullah Saw dan sahabatnya di Abwa menghalau orang-orang Quraisy dalam perjalanan pulang berdagang dari kota Syam. Peristiwa ini juga dikenal sebagai pemicu awal terjadinya perang Badar.

Keempat, ziarah ke makam ibunda beliau ini dilakukan setelah terjadinya kemenangan ummat Islam dalam perang Ahzab atau lebih dikenal perang Khandak. Peristiwa ini terjadi pada bulan Syawal hingga Dzul Qadah tahun ke-5 hijrah. Sekalipun dikepung 10 ribu bala tentara Quraisy dan Yahudi Madinah, tapi akhirnya dimenangkan ummat Islam yang terlebih dulu menyiapkan parit untuk pertahanan.

Kelima, beliau menyempatkan ziarah ke makam ibunda di Abwa sekembalinya gagal menunaikan umrah. Rasulullah batal umrah karena dihalangi orang Quraisy sehingga melahirkan perjanjian Hudaibiyah. Menurut Ibn Said dalam at-Tabaqat al-Kubra, Rasulullah terlihat menangis di atas pusara sang ibu. Pada saat ini pula diriwayatkan beliau sempat memperbaiki posisi makam sang ibunda tercinta.

Keenam, beliau berziarah ke makam ibundanya bersama sahabat yang lain sebelum masuk dan menguasai Mekkah. Peristiwa ini disebut kejadian sebepum Fathu Makkah.

Ketujuh, ziarah terakhir Rasulullah Saw ke pusara Siti Aminah dilakukan beliau sesudah menjalankan haji wada. Dari Mekkah beliau menyempatkan mendatangi makam sang ibu dan terlihat oleh para sahabat bahwa beliau menangis waktu itu.

Bagindo Yakub.

Respon (3)

Komentar ditutup.

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d