HuKrimPendidikan

LPJ Dana BOS SMKN 3 Gowa Diduga Fiktif

×

LPJ Dana BOS SMKN 3 Gowa Diduga Fiktif

Sebarkan artikel ini

GOWA, SEKILASINDO.COM- Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Dana Bantuan Operasional (BOS) SMK Negeri 3 Gowa disoroti oleh Ketua Lembaga Aliansi DPC Gowa, Saharuddin Sam, pasalnya didalam pengelolaan dana BOS itu diduga tidak transparansi dan LPJ nya pun diduga fiktif.

Click Here

Kepada Sekilasindo.Com, Saharuddin Sam, menyampaikan kursi guru dan kursi belajar siswa kelas 1 Mor 3 itu semua tidak yang bagus, rusak tetapi tidak pernah diganti sehingga siswa tidak nyaman dalam belajar.

“Dari 37 kursi yang ada di ruangan, hanya 3 buah saja yang bagus, yang lainnya rusak tidak pernah diganti, itu baru 1 ruang kelas, yang diungkap. Sementara sekolah ini merupakan percontohan di Kabupaten Gowa,” ucapnya (14/1) melalui via WhatsApp.

Padahal Dana BOS SMKN 3 Gowa pertahun itu, besar sekali dana yang diterima yaitu sebesar Rp.2,2 milliar.

“Diduga LPJ dana BOS terindikasi fiktif, karena sangat tidak sesuai dengan Permendikbud No.1 tahun 2018 tentang Juknis BOS 2018,” jelas Sahar.

Dia juga menerangkan bahwa jumlah siswa sekarang ini sebanyak 1443 orang dan persiswanya itu mendapatkan dana BOS sebesar Rp 1.400.000/pertahunnya.

Jika dikalkulasikan 1443 orang x Rp. 1.400.000/org =Rp 2.020.200.000 (dua miliar dua ratus juta dua ratus ribu rupiah) pertahunnya yang diterima oleh SMKN 3 Gowa.

“Selama ini tidak pernah ada rapat dan transparansi terhadap guru- guru terkait dengan dana BOS. Perencanaan dan pengelolaan dana BOS itu seharusnya berdasarkan keputusan rapat bersama antara tim BOS dan bersama komite serta dengan Dewan Guru, agar semua guru- guru itu tahu, digunakan untuk apa saja itu dana BOS, sesuai aturan seperti itu harus transparan,” jelas Sahar.

Bahkan Karnedy Bolong, Kepala SMK Negeri 3 Gowa ini, sudah menghapuskan Dewan Guru. Semuanya dana BOS ditangani oleh dia, sedangkan Bendahara hanya taunya, tanda tangan saja. Jadi kapasitasnya hanya formalitas saja.

“Kasus ini sementara terproses di Ombudsman Provinsi Sulsel, jadi saya sudah melaporkan ke Ombudsman,” tegasnya.

Kepala SMK Negeri 3 Gowa, Drs.H.Karnedy Bolong, yang hendak dikonfirmasi tidak ada di tempat.”Bapak sedang keluar jadi tidak ada di ruangannya, kata seorang guru, yang menyampaikan kepada awak media ini, saat ditanya Kepala Sekolahnya.

Sementara Karnedy Bolong, yang dikonfirmasi melalui via celular, Jumat (18/1) tersambung teleponnya dan menyampaikan kalau mau konfirmasi dana BOS, langsung saja ke Humas.

“Lengkap itu datanya di Humas, jadi kalau mau konfirmasi langsung ke dia saja,” tutupnya yang enggan berkomentar terkait dana BOS. (Shanty)

Eksplorasi konten lain dari Sekilas Indonesia

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan Membaca

%d